Pengertian Jamur

Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak (“batang”) dan bagian yang mendatar atau membulat.atau Jamur merupakan organisme yang tidak mempunyai klorofil sehingga dia tidak mempunyai kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri atau dengan kata lain jamur tidak bisa memanfaatkan karbondioksida sebagai sumber karbonnya.

Morfologi Jamur

Jamur tingkat tinggi maupun tingkat rendah mempunyai ciri yang khas, yaitu mempunyai benang tunggal atau bercabang-cabang yang disebut hifa. Kumpulan dari hifa-hifa akan membentuk miselium. Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Jamur merupakan organisme eukariotik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) mempunyai spora, 2) memproduksi spora, 3) tidak mempunyai klorofil sehingga tidak berfotosintesis, 4) dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual, 5) tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa dan manna (kutipan dari mikrobiologi umum karangan Drs. Lud Waluyo, M.Kes)

Ciri-Ciri Umum Jamur

Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

1. Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel,misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat

Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

2. Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

a. Parasit obligat

merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan diluar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS)

b.Parasitfakultatif

adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.

c.Saprofit
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati.Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

REPRODUKSI JAMUR

Secara umum reproduksi jamur dibagi menjadi 2 tipe, yaitu: reproduksi aseksual dan reproduksi seksual.

1. REPRODUKSI ASEKSUAL

Reproduksi aseksual pada jamur lebih penting untuk perbanyakan spesies, karena menghasilkan sejumlah besar individu dan siklus aseksual terjadi berulang-ulang dalam satu musim. Metode reproduksi aseksual yang terjadi pada jamur dapat diringkaskan sebagai berikut:

a. Fragmentasi Hifa: setiap fragmen tumbuh menjadi individu baru

b. Pembelahan Sel (Fission) : sel somatic membelah menjadi sel  anak

c. Pertunasan sel somatik/ spora (budding) : setiap tunas  menghasilkan individu

baru

d. Pembentukan Spora : setiap spora berkecambah membentuk tabung kecambah

yang akan berkembang menjadi miselium

2.  REPRODUKSI SEKSUAL

Reproduksi seksual pada jamur memerlukan 2 jenis jamur yang cocok

atau kompatibel, yang ditandai dengan kode + atau – atau A dan a. Proses reproduksi seksual ini pada dasarnya melalui 3 fase, yaitu:

a. Plasmogami : persatuan 2 protoplasma yang membawa inti untuk berdekatan satu sama lainnya dalam sel yang sama

b. Karyogami : persatuan dua inti. Pada kebanyakan jamur sederhana,

c. Miosis : penurunan jumlah kromosom menjadi haploid. Pada siklus

seksual sejati ketiga proses ini terjadi dan biasanya pada tempat tertentu. Jika hanya satu talus, baik haploid ataupun diploid dalam siklus hidup jamur, maka siklus hidup ini dinamakan haplobiontik (haplos= satu, biontik=hidup). Akan tetapi bila talus haploid diselingi dengan talus diploid, maka siklus hidup ini dinamakan diplobiontik (diplo=dua, biontik=hidup)

Sejauh yang diketahui jamur yang mempunyai miselium diploid adalah Oomycetes. Siklus hidup biontik terjadi pada jamur akuatik Allomyces, oelomomyces, parasit nyamuk, beberapa ragi dan kemungkinan Plamodiophoromycota.

Metode perkembangbiakan secara seksual antara 2 jamur yang cocok atau kompatibel dapat melalui beberapa cara, yaitu:

a. Persatuan Planogamet

b. Kontak Gametangium (Gametangi)

c. Persatuan Gametangium ( Gametangiogami)

d. Spermatisasi

e. Somatogami

Berdasarkan sel kelamin maka jamur dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

a. Hermprodik (monoesi) : setiap talus menghasilkan organ jantan dan

betina yang mungkin kompatibel atau tidak

b. Diesi : talus hanya menghasilkan organ jantan atau betina saja. Jarang

ditemukan

c. jenis kelamin yang tidak bias dibedakan : bentuk organ jantan dan betina

tidak dapat dibedakan

Berdasarkan pada kompabilitasnya maka jamur dibagi menjadi 2 kelompok:

a. Jamur Homotalik : setiap talus mampu melakukan perkawinan sendiri.

b.Jamur Heterotalik : talus steril atau tidak mampu melakukan perkawinan sendiri. Dibagi menjadi 2 kelompok

b.1 Heterotalik Bipolar (Unifaktorial). Jamur pada kategori ini terdiri dari 2 kelompok mating type yang berbeda dalam genetic pembangun factor kompatibilitasnya.

b. 2 Heterotalik Tetrapolar (Bifaktorial). Jamur pada kategori ini terdiri dari 4 kelompok dasar mating type. Kompabilitasnya diatur oleh 2 pasang factor yang terdapat pada kromosom yang berbeda.

c. Jamur homotalik sekunder: pada beberapa jamur heterotalik bipolar terjadi mekanisme yang menariksewaktu perkecambahan spora dimana 2 inti dari 2 mating type yang berbeda bersatu secara berurutan dalam setiap spora.

KLASIFIKASI JAMUR

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentang biologi molecular maka klasifikasi jamur tidak hanya berdasarkan morfologi, fisiologi dan biokimia saja tetapi juga berdasarkan analisis DNA. Berdasarkan analisis DNA ini maka jamur yang selama ini kita ketahui termasuk dalam kingdom jamur saja dan sekarang ternyata terbagi atas 3 kingdom, yaitu: Jamur, Stramenopila (Chromista) dan Protista (Protozoa). Sedangkan fungi (jamur) sendiri dibagi menjadi 2 golongan, yaitu: kapang dan khamir.

JAMUR DIBAGI MENJADI 7 DIVISI :

1 MYXOMYCOTINA (Jamur lendir)

• Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.

•Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:

– fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium
– fase tubuh buah

• Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembaran yang disebut myxoflagelata.
Contoh spesies :

  1. Physarum polycephalum
  2. Lycogala terresfre
  3. Fuligo septica
  4. d. Mucilago crustacean
2 OOMYCOTINA
• Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti.
• Reproduksi:
– Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan sporangium dan konidia.
– Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:
a. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga
darat maupun serangga air.
b. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang.

3 ZYGOMYCOTINA
• Tubuh multiseluler.
• Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
• Hifa tidak bersekat.
• Reproduksi:
– Vegetatif: dengan spora.
– Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi
individu baru.

Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.

4 ASCOMYCOTINA
• Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
• Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
• Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
• Reproduksi:
– Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas,
pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.
– Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.

Contoh spesies:
1. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
– berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
– mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
2. Neurospora sitophila:
jamur oncom.
3. Peniciliium noJaJum
dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.
4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.
5. Aspergillus oryzae
untuk membuat sake dan kecap.
6. Aspergillus wentii
untuk membuat kecap
7. Aspergillus flavus
menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian.flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
8. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

5 BASIDIOMYCOTINA
• Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagain badan penghasil spora.
• Kebanyakan anggota spesies berukuran makroskopik.

Contoh spesies:
1. Volvariella volvacea :
jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

2. Auricularia polytricha :
jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

3. Exobasidium vexans :
parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.
4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides:
jamur beracun, habitat di daerah subtropics
5. Ustilago maydis :
jamur api, parasit pada jagung.
6. Puccinia graminis :
jamur karat, parasit pada gandum

PERANAN JAMUR
Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan
berprotein tinggi.
b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
dalam pembuatan tempe dan oncom.
c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit
rebah semai.
b. Phythophthora inf’estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman
kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru
manusia.
f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.